PGMI DAN PIAUD INSTIBA GELAR TWIN GROWTH FEST 2026, WUJUDKAN KOLABORASI SENI, EDUKASI, DAN KEWIRAUSAHAAN

Bangkalan – Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Bahri Asyiq (INSTIBA) Galis sukses menyelenggarakan Twin Growth Fest 2026 di Aula Buya Muchlis Bahri, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi implementasi tugas praktik mahasiswa sekaligus wadah pengembangan kreativitas anak usia dini melalui perpaduan seni, edukasi, dan kewirausahaan.

Festival dibuka secara resmi oleh Rektor INSTIBA, Muksin, S.Sos.I., M.Pd.I., melalui prosesi simbolis pelepasan burung merpati setelah sambutan Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Mo’tasim Diwar, M.Pd.I. Sebelum pembukaan, suasana aula berlangsung meriah ketika Dekan mengajak sejumlah anak mempraktikkan “Tepuk Wow” dan memberikan hadiah kepada peserta yang berani tampil di depan panggung.

Twin Growth Fest 2026 merupakan kolaborasi dua mata kuliah, yaitu Seni Tari, Musik, dan Drama yang diampu Aminullah, S.Pd., M.I.Kom., serta mata kuliah Kewirausahaan yang diampu Luluk Alfiyatin, M.Psi., Psikolog. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik penyelenggaraan sebuah festival.

Rangkaian acara diisi dengan pentas seni mahasiswa berupa tari, drama, dan musik yang dipadukan dengan lomba fashion show tingkat SD/MI. Di waktu yang sama, puluhan peserta tingkat TK/KB mengikuti lomba mewarnai di ruangan terpisah dengan penuh antusias dan kreativitas.

Selain kegiatan seni dan edukasi, festival ini juga menghadirkan bazar kewirausahaan yang dikelola mahasiswa PGMI angkatan 2025. Berbagai produk kuliner dipasarkan melalui kerja sama dengan kantin kampus sebagai upaya melatih jiwa wirausaha sekaligus mendukung pengembangan UMKM mahasiswa.

Ketua Pelaksana, Muid Afandi, mengatakan bahwa nama Twin Growth dipilih sebagai simbol kolaborasi antara Prodi PGMI dan PIAUD dalam membangun pertumbuhan bersama. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pengembangan bakat anak, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi mahasiswa.

“Tujuan kami mengadakan Twin Growth ini adalah memberikan wadah bagi anak-anak tingkat TK dan SD untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan rasa percaya diri. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana mendukung pengembangan UMKM serta melatih kemampuan kewirausahaan mahasiswa,” ujar Muid.

Antusiasme peserta juga mendapat dukungan dari para guru pendamping. Salah seorang guru yang juga merupakan alumni INSTIBA mengungkapkan bahwa keikutsertaan anak didiknya bertujuan melatih keberanian, kemampuan berekspresi, dan mengembangkan bakat sejak usia dini, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan almamater.

Juri lomba mewarnai, Maisaroh, S.Pd., menegaskan bahwa kompetisi tersebut lebih menekankan proses pengembangan kreativitas daripada sekadar menentukan pemenang. Menurutnya, kemampuan memadukan warna dan menuangkan imajinasi merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak.

Melalui Twin Growth Fest 2026, mahasiswa PGMI dan PIAUD INSTIBA berhasil menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Festival ini menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat pendidikan, mengembangkan bakat anak usia dini, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Penulis: Khoirul Ummah

Editor: Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *