KKN Perdana INSTIBA Usung Pedagogi Kemaritiman, Fokus Kembangkan Potensi Wilayah Pesisir

Bangkalan- Institut Bahri Asyiq (INSTIBA) Galis Bangkalan secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 sebagai tanda dimulainya pengabdian langsung ke tengah masyarakat, Sabtu(25/7/26)

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan kampus, panitia KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), civitas akademika serta seluruh peserta KKN.

Rektor INSTIBA, Muksin,S.Sos.I.,M.Pd.I menekankan dalam sambutannya akan pentingnya menjaga nama baik almamater serta mengedepankan etika dan kedisiplinan di lokasi penempatan.

“Ingat, kalau sudah KKN seperti ini tidak ada lagi sekat antara program studi. Benderanya satu, yaitu INSTIBA. Tolong jaga nama baik kampus kita, tunjukkan kedisiplinan dan pegang teguh prinsip Al-Adabu Fauqal ‘Ilmi (adab di atas ilmu) di tengah masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr.(Cand) Amiril Mukminin, M.Th.I.(Ketua LP2M), mengingatkan mahasiswa agar datang kepada masyarakat dengan rendah hati, ego serta peka terhadap kondisi sosial sekitar.

“Ingat bahwa kita tidak boleh selalu menginginkan apa yang harus kita inginkan di masyarakat, tetapi bagaimana kita memahami keinginan masyarakat itu sendiri. Mari kita lepas ego, seolah-olah mahasiswa adalah maha segala-galanya,” ujarnya.

Sementara itu dalam wawancara Abdul Mukit, M.Ag.(ketua panitia), menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung tema “Ekopedagogi Kemaritiman: Penguatan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Menuju Indonesia Emas” yang difokuskan untuk memetakan dan mengoptimalkan potensi wilayah pesisir.

“Jika KKN sebelumnya lebih berorientasi pada pertanian dan perkebunan, tahun ini program diarahkan mengoptimalkan potensi kemaritiman, seperti pengelolaan tambak garam, budidaya udang, hingga tambak lobster di desa sasaran,” jelasnya.

Sebanyak 80 mahasiswa resmi mendaftar dan diberangkatkan dari total keseluruhan 102 mahasiswa yang terdaftar secara akademik. Adapun sekitar 20 mahasiswa lainnya belum bisa bergabung karena keterikatan pekerjaan formal, terutama dari kelas karyawan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Idris Efendi, M.Psi., menegaskan tidak ada perbedaan kewajiban tugas akhir antara mahasiswa reguler dan kelas karyawan.

“Kelas karyawan tetap bergabung dalam kelompok-kelompok KKN. Bagaimanapun, KKN merupakan syarat pemenuhan tugas akhir, sehingga kewajibannya sama untuk semua mahasiswa pada tahun 2026 ini,” tegasnya.

Sandi Abdul Muhid Maulana, salah satu peserta KKN di Desa Larangan Klampok, mengaku antusias dan menyadari adanya tantangan adaptasi budaya antara wilayah asal peserta dan kawasan pesisir.

“Kami yang berlatar belakang dari wilayah pegunungan tentu menemui kultur dan norma yang berbeda di wilayah pesisir. Namun, perbedaan ini justru menjadi tantangan yang harus kami padukan demi suksesnya program KKN,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pelepasan ini, INSTIBA Galis Bangkalan berharap seluruh peserta KKN mampu beradaptasi dengan cepat, menjunjung tinggi adab, serta menghadirkan program pengabdian berbasis kemaritiman yang relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi penempatan.

Penulis: Fathiya & Farid

Editor: Hurriyah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *