Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan Gelar Pembekalan KKN, Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Masyarakat Pesisir

Bangkalan- Institut Bahri Asyiq (INSTIBA) Galis Bangkalan menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai persiapan untuk mahasiswa sebelum terjun ke tengah masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan kampus, panitia KKN, LP2M, DPL, pemateri, serta seluruh peserta KKN, Rabu (15/07/26).

Dalam sambutannya, Rektor INSTIBA, Muksin, S.Sos.I., M.Pd.I., menekankan bahwa mayoritas mahasiswa akan melaksanakan KKN di wilayah pesisir yang memiliki karakteristik berbeda dengan lingkungan tempat tinggal mereka.

“Peserta KKN diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat, serta menjadikan perbedaan kemampuan dan latar belakang dalam kelompok sebagai kekuatan untuk membangun kerja sama yang baik selama menjalankan program pengabdian,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Amiril Mukminin, M.Th.I., mengingatkan mahasiswa tidak datang kepada masyarakat dengan sikap menggurui. Keberhasilan KKN ditentukan oleh kemampuan mahasiswa dalam memahami kebutuhan, kondisi sosial, budaya, serta persoalan masyarakat yang mereka hadapi sebelum menawarkan solusi. Ia kemudian mencontohkan persoalan pesisir seperti kasus speech delay pada anak dan rendahnya keberanian warga beraspirasi ke pemerintah desa.

Sementara itu Ketua Panitia KKN, Abdul Mukit, M.Ag., menjelaskan pembekalan kali ini mencakup tiga materi utama. Pertama, konsep pedagogi kontekstual sesuai tema KKN. Kedua, mekanisme pelaksanaan KKN. Ketiga, penyusunan laporan akhir.

Ia mengumumkan adanya penambahan wilayah pelaksanaan KKN dari semula hanya di Kecamatan Klampis menjadi Kecamatan Kwanyar dan Kokop. Meski demikian, pembagian kelompok masih akan diumumkan setelah proses pendaftaran selesai.

Abdul Mukit juga menyampaikan sebanyak 71 mahasiswa telah mendaftar sebagai peserta KKN Tahun 2026. Namun, data akademik menunjukkan mahasiswa yang seharusnya mengikuti KKN pada tahun ini mencapai 102 orang. Oleh karenanya panitia masih membuka kesempatan bagi mahasiswa yang belum mendaftar untuk segera menyelesaikan proses administrasi sebelum penetapan kelompok dan lokasi penempatan.

Dalam wawancara, Amiril Mukminin menjelaskan materi pembekalan dirancang untuk memberikan gambaran utuh mengenai kehidupan masyarakat pesisir.

“Mahasiswa kami bekali pemahaman tentang tradisi dan budaya lokal, kehidupan keagamaan, kondisi ekonomi masyarakat, kesadaran hukum nelayan, pengembangan UMKM, hingga potret pendidikan di wilayah pesisir. Semua itu akan mereka temui langsung saat KKN berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, Abdul Mukit menjelaskan bahwa penambahan lokasi KKN merupakan hasil penyesuaian kebijakan kampus. Mahasiswa kelas reguler direncanakan tetap ditempatkan di Kecamatan Klampis, sedangkan mahasiswa kelas karyawan akan melaksanakan KKN di Kecamatan Kwanyar dan Kokop.

Menurutnya, kebijakan tersebut sudah mempertimbangkan aktivitas mahasiswa kelas karyawan yang sebagian besar telah bekerja sebagai tenaga pendidik sehingga lokasi KKN disesuaikan dengan wilayah aktivitas mereka tanpa mengurangi esensi pengabdian kepada masyarakat. Tema kemaritiman juga tetap menjadi acuan utama, termasuk bagi kelompok yang ditempatkan di wilayah non-pesisir seperti Kokop.

Abdurrozaq, salah satu peserta KKN, mengaku pembekalan yang diberikan sangat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan program pengabdian.

“Materinya sangat bermanfaat, mulai dari penyusunan proposal hingga pembagian tugas program kerja. Pembekalan ini membuat kami memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan ketika berada di lokasi KKN. Sekarang kami sudah berada pada tahap perencanaan, dan selanjutnya akan memasuki tahap pembagian kelompok,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pembekalan ini, INSTIBA Galis Bangkalan berharap seluruh peserta KKN tidak hanya memiliki kesiapan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kehidupan masyarakat serta menghadirkan program pengabdian yang relevan, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi penempatan.

Penulis: Khoirul Ummah

Editor: Robiatil Hurriyah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *