
BANGKALAN — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) sebagai bagian dari evaluasi dan regenerasi kepengurusan, Minggu (20/9/26).
Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Integritas, Menguatkan Solidaritas, Mewujudkan Regenerasi Hima Prodi yang Berkelanjutan.” Pimpinan kampus, pengurus Hima Prodi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta peserta musyawarah turut menghadiri kegiatan.
Rektor INSTIBA, Muksin, S.Sos.I., M.Pd.I., mengingatkan agar proses Mubes berlangsung jujur dan sesuai aturan sebagai bagian dari pembelajaran berorganisasi.
Perwakilan Ketua umum Hima Prodi Ifadhatur Rahmah (PGMI), mengatakan Mubes bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan penyusunan gagasan baru.
“Mubes adalah momen untuk mengevaluasi program yang berjalan sekaligus ruang lahirnya gagasan baru agar kepengurusan ke depan jauh lebih baik. Siapa pun yang terpilih nantinya, mari kita dukung bersama,” tuturnya.
Wakil Presma, Djihan Faricha juga mengajak peserta menjunjung semangat kekeluargaan, musyawarah, dan keterbukaan selama persidangan. Sementara itu, perwakilan demisioner Hima Prodi PIAUD menyampaikan bahwa sekitar 90% program kerja kepengurusan sebelumnya telah terealisasi. Ia berharap kepengurusan berikutnya dapat mempererat kekeluargaan dan membangun kolaborasi dengan pihak eksternal.
Ketua Hima Prodi PGMI terpilih menyampaikan visi untuk menjadikan organisasi lebih aktif, solid, dan berdaya. Fokus yang diusung meliputi peningkatan potensi akademik dan non akademik mahasiswa, penguatan solidaritas internal, serta penyediaan ruang aspirasi dan kolaborasi bagi mahasiswa PGMI.
Salah seorang peserta Mubes menilai terdapat tiga hal yang perlu dimiliki seorang pemimpin mahasiswa, yaitu kemampuan intelektual, etika, dan kedisiplinan, serta loyalitas terhadap anggota dan organisasi.
“Bagaimana mungkin organisasi akan berjalan dengan baik jika dipimpin oleh orang yang bodoh atau tidak mempunyai kapasitas keilmuan yang tinggi. Bagaimana mungkin seorang pemimpin akan menjalankan amanah yang kita berikan jika dia tidak mempunyai etika yang baik, yang ada mungkin terlena dengan kekuasaannya. Bagaimana mungkin sebuah organisasi solid anggotanya jika pemimpinnya kurang mengayomi, pemimpin dan anggotanya adalah ‘Istifadah (saling membutuhkan),” tuturnya.
Peserta berharap kepengurusan baru dapat membawa Hima prodi ke arah yang lebih progresif dan mampu melanjutkan program organisasi pada periode berikutnya.
Penulis: Nur Aisyah & Fathiyyatus Sa’adah
Editor: Robiatil Hurriyah