
Bangkalan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan resmi dilantik untuk masa kepengurusan 2026–2027. Pelantikan berlangsung di Aula Gedung Buya Mukhlis, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan rektor Institut Bahri Asyiq, Wakil Rektor I, II, dan III, Duta Kampus, pengurus BEM dan DPM demisioner, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), serta mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan baru.Rangkaian acara meliputi pembacaan Surat
Keputusan (SK), pembaiatan pengurus BEM dan DPM, serangkaian sambutan-sambutan, hingga pembacaan doa.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Zainun Nasihin, S.Pd.I., M.H. menyoroti proses panjang pemilihan BEM dan DPM yang membuat masa kepengurusan kali ini relatif singkat. Ia mendorong pengurus baru untuk mengutamakan program yang berdampak nyata bagi mahasiswa serta menjaga integritas, transparansi, profesionalitas, dan budaya musyawarah.”
Berkaitan dengan organisasi yang masa jabatannya relatif singkat, maka perlunya kegiatan yang benar-benar berdampak, khususnya bagaimana regenerasi dan suksesi dapat dilanjutkan oleh generasi penerus. Tidak perlu program yang besar dan banyak, cukup program yang berdampak,” pesannya.
Ketua BEM periode 2026–2027, Moh. Shihabuddin menyampaikan “Dari program kepengurusan yang harus berlangsung itu, secara struktural belum ditentukan. Tapi dalam visi BEM kami lebih mengutamakan pada ekosistem kampus yang setara dan memperbaiki administrasi yang amburadul,” jelasnya.
Ketua DPM, Muhaimin menegaskan komitmennya untuk menata dan memperkuat sistem kelembagaan mahasiswa melalui evaluasi regulasi, penyusunan agenda legislasi, serta penguatan mekanisme pengawasan. DPM juga akan mendorong sistem aspirasi mahasiswa yang lebih terbuka dan responsif.
“Program utama yang akan kami realisasikan adalah penataan dan penguatan sistem kelembagaan mahasiswa. Kami akan memulai dengan evaluasi regulasi kemahasiswaan, menyusun agenda legislasi yang jelas, serta membangun mekanisme pengawasan terhadap kinerja lembaga mahasiswa,” ujarnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi BEM dan DPM untuk menghadirkan organisasi mahasiswa yang profesional, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa Institut Bahri Asyiq.
Penulis: Mia
Editor: Waliyatul Islamiya
wih